Ini Resikonya jika Keliru Pilih Sekolah Penerbangan untuk Anak

Minimnya pengetahuan jangan buat Anda keliru memilih sekolah penerbangan untuk anak. Sebetulnya, ada banyak cara untuk bisa mengetahui mana sekolah penerbangan yang patut dipilih dan mana yang tidak. Misalnya dengan mengikuti seminar yang diadakan oleh beberapa sekolah penerbangan, melakukan konsultasi dengan konsultan sekolah pilot, mencari sumber informasi dari media online yang terpercaya, atau mencari informasi dari para lulusan sekolah penerbangan. Merasa akan menghemat biaya dengan cepat-cepat mendaftar skarena umumnya sekolah penerbangan akan meningkatkan biaya pendidikan per batch-nya? Kalau sekolah penerbangan yang Anda pilih justru keliru, ini jadi keputusan yang teramat salah. Sebab, ini resiko yang bakal Anda hadapi:

Akan mengeluarkan biaya full lagi

Untuk apa mengeluarkan biaya full lagi? Ketika sekolah penerbangan untuk anak yang Anda pilih tutup atau terpaksa ditutup oleh pemerintah karena manajemen yang buruk atau tidak memenuhi standar, anak Anda sebagai siswa di sekolah penerbangan tersebut bakal terlantar. Kalau harus berhenti di tengah jalan, amat disayangkan karena anak telah rugi waktu & tenaga untuk mengikuti pendidikan & pelatihan di sekolah penerbangan tersebut. Fatalnya lagi, anak Anda bisa jadi stres jika memang cita-citanya ingin menjadi seorang pilot tapi tidak bisa tercapai karena harus putus sekolah penerbangan. Namun sebaliknya, ketika Anda memutuskan melanjutkan pendidikan anak dengan pindah ke sekolah penerbangan lain, Anda harus mengeluarkan biaya full lagi. Rugi finansial, bukan? Yang tadinya ingin untung malah jadi buntung.

Anak sulit diterima oleh airline

Biaya untuk pendidikan & pelatihan di sekolah penerbangan sebetulnya bisa kembali setelah anak bekerja di airline sebagai second officer, first officer, hingga akhirnya menjadi pilot. Sebab, lulusan sekolah penerbangan yang baru memulai karir di dunia penerbangan saja bakal mendapatkan gaji lebih kurang 15 jutaan (untuk airline top, masing-masing airline menawarkan gaji yang berbeda). Gaji ini bakal makin meningkat seiring dengan kenaikan jabatan dan jam terbang yang dimiliki. Artinya, ketika anak sulit diterima oleh airline atau bahkan sampai menganggur, biaya pendidikan & pelatihan di sekolah penerbangan selama 1 tahun lebih sia-sia saja. Ini bisa disebabkan lantaran Anda menyekolahkan anak di sekolah penerbangan yang kurang berkualitas. Alhasil, pihak airline meragukan kemampuan dari anak Anda. Masing-masing airline tentunya memasang kriteria tersendiri untuk calon pilotnya. Jika dianggap tidak memenuhi kriteria, di awal pendaftaran sudah tidak diprioritaskan.

Bukan hanya bakal rugi waktu & tenaga untuk anak Anda, Anda sebagai orang tua juga bakal rugi secara finansial jika keliru dalam memilih sekolah penerbangan. Alangkah baiknya jika Anda tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Perbanyak informasi dahulu tentang sekolah penerbangan yang bakal dituju atau sekolah pilot lainnya sebelum mendaftarkan anak. Seperti kata peribahasa, biar lambat asal selamat 🙂 Bicara soal sekolah penerbangan terbaik, menurut Anda seperti apa sekolah penerbangan yang terbaik itu? Punya nama besar, menawarkan biaya pendidikan murah, berbondong-bondong orang mendaftar, atau justru memberikan janji cepat dapat kerja usai lulus? Perlu Anda ketahu bahwa sekolah penerbangan dikatakan terbaik apabila:

  • Memiliki usia berdiri minimal 3 tahun
  • Menawarkan biaya pendidikan yang kompetitif
  • Memiliki pesawat latih yang memadai
  • Mempunyai instruktur penerbangan yang handal & terpercaya
  • Mampu membuktikan bahwa lulusannya telah banyak diterima di airline ternama Indonesia atau luar negeri
  • Menawakan program MER (Multi Engine Rating)