Mungkin di antara teman-teman ada yang termotivasi berprofesi sebagai seorang pilot? Tak salah memang jika ingin berkarir dalam dunia penerbangan terutama menjadi penerbang mengingat profesi ini terbilang mapan. Untuk menjadi seorang pilot, teman-teman harus sebelumnya mengenyam pendidikan di sekolah khusus penerbang yang memiliki biaya pendaftaran serta pendidikan tergolong tinggi (sebanding dengan penghasilan yang bakal diperoleh ketika menjadi seorang pilot pesawat komersil). Adapun tahapan pendidikan pada sekolah khusus penerbang yang akan teman-teman lalui antara lain sbb:

Pendidikan semi militer

Pada awal masuk sekolah, teman-teman akan terlebih dahulu mengikuti pendidikan semi militer. Pendidikan ini umumnya hanya berlangsung sekitar dua mingguan. Selama kurun waktu tersebut, teman-teman bakal digembleng dengan kegiatan fisik yang cukup padat & berat oleh anggota TNI. Pendidikan ini memang bakal menguras tenaga & sangat melelahkan tapi bermanfaat untuk menjaga kekuatan fisik sekaligus meningkatkan kedisiplinan. Awalnya mungkin akan merasa kaget, tapi lama-kelamaan teman-teman pasti bisa beradaptasi sendiri.

Ground school

Selanjutnya, teman-teman bakal menerima materi di kelas. Di sini, teman-teman bakal diajak mengenal lebih dalam tentang ilmu penerbangan, bukan hanya tentang cara mengemudikan pesawat melainkan juga belajar meteorologi (mempelajari tentang udara, cuaca, angin, dll), cara mengukur bahan bakar yang dibutuhkan selama perjalanan, navigasi (mengetahui posisi serta arah perjalanan), dan masih banyak lagi. Akan hal ini, tak heran jikalau calon kadet setidaknya memiliki kemampuan fisika & matematika dasar.

Simulasi

Ketika materi telah didapatkan, teman-teman bakal lanjut menggunakan simulator. Simulator merupakan suatu sistem yang membuat para kadet seolah melakukan penerbangan nyata. Tujuan dari penggunaan simulator sendiri adalah untuk mengaplikasikan materi yang telah didapatkan & dipelajari sehingga bisa mengasah kemampuan terbang sebelum akhirnya praktek dengan menggunakan pesawat latih. Biasanya, para kadet harus memiliki 15 jam terbang dengan menggunakan simulator (termasuk ujian) baru bisa lanjut praktek dengan pesawat sungguhan.

Praktek

Simulasi telah sukses, kemudian teman-teman bakal lanjut praktek penerbangan dengan pesawat latih yang bermesin tunggal seperti Cessna. Akan tetapi, teman-teman baru bisa praktek terbang di sirkuit. Maksudnya adalah baru bisa terbang di seputaran bandara tempat latihan terbang sekolah pilot saja. Praktek ini ditujukan untuk mengasah kemampuan landing para kadet karena bisa dikatakan ini hal yang cukup sulit dalam menerbangkan pesawat. Apabila teknik landing sudah dikuasai, teman-teman bakal lanjut ke penerbangan dengan jarak yang cukup jauh, lintas kota.

Usahakan bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap tahapan pendidikan di sekolah pilot sehingga bisa mengembangkan kemampuan penerbangan dengan baik. Ketika teman-teman dinilai bagus oleh pihak sekolah, boleh jadi bakal langsung ditarik menjadi instruktur penerbangan di sekolah setelah lulus meski harus menambah jam terbang atau pendidikan lagi. Pengalaman sekaligus pertambahan jam terbang yang teman-teman peroleh bisa dijadikan modal ketika melamar kerja sebagai pilot airline.

Btw, masuk sekolah pilot bukan perkara mudah. Teman-teman harus sehat fisik & mental, cakap berbahasa Inggris, serta lolos tes akademik, bakat terbang, psikotes, dan lain sebagainya. Maka dari itu, teman-teman harus persiapkan segala persyaratannya dengan matang agar biaya pendaftaran tidak terbuang percuma karena gagal lolos seleksi.